Pribadi
seorang muslim sejati seharusnya punya keinginan yang kuat untuk
senantiasa melaksanakan shalat Tahajud tiap penghujung malam malam dan
menjadi salah satu amalan harian.
Rasulullah
SAW bersabda, “Barang siapa yang banyak menunaikan shalat malam, maka
wajahnya akan terlihat tampan atau cantik di siang harinya.” (HR Ibnu
Majah).
Ketiga,
shalat Tahajud juga diyakini dapat meningkatkan produktivitas kerja
yang berbasis spiritualitas. Karena itu, salah satu program untuk
meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang andal secara intelektual,
emosional, dan spiritual adalah membiasakan shalat Tahajud pada setiap
malamnya.
Rasulullah
SAW bersabda, “Setan membuat ikatan pada tengkuk salah seorang di
antara kalian ketika tidur dengan tiga ikatan dan setiap kali memasang
ikatan dia berkata: ‘Malam masih panjang, maka tidurlah.’ Jika orang
tadi bangun lalu berzikir kepada Allah SWT, terlepas satu ikatan. Jika
dia berwudhu, terlepas satu ikatan yang lainnya. Dan jika dia
melaksanakan shalat, terlepas semua ikatannya. Pada akhirnya, dia akan
menjadi segar (produktif) dengan jiwa yang bersih. Jika tidak, dia akan
bangun dengan jiwa yang kotor yang diliputi rasa malas.” (HR Bukhari).
Keempat, mempercepat
tercapainya cita-cita dan rasa aman. Selain dengan usaha (ikhtiar)
secara maksimal guna menggapai cita-cita dan rasa aman, seseorang
hendaknya membiasakan diri untuk shalat Tahajud karena doa yang
mengiringi Tahajud akan dikabulkan oleh Yang Maha Mengabulkan.
Rasulullah
SAW bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya Allah tertawa terhadap dua orang
laki-laki: Seseorang yang bangun pada malam yang dingin dari ranjang
dan selimutnya, lalu ia berwudhu dan melakukan shalat.
Allah
berfirman kepada para malaikat-Nya, ‘Apa yang mendorong hamba-Ku
melakukan ini?’ Mereka menjawab, ‘Wahai Rabb kami, ia melakukan ini
karena mengharap apa yang ada di sisi-Mu.’” Allah berfirman,
“Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadanya apa yang ia harapkan
(cita-citakan) dan memberikan rasa aman dari apa yang ia takutkan.” (HR
Ahmad)
